Batakan yang menyedihkan.

Judulnya aduhayy banget yah? hahaha

Oke, jadi ketika madamme Nirisa (Native aku di IFI-LIP) bilang kalau kami bakal libur sekitar seminggu lebih, aku langsung ngerencanain untuk pulang ke Banjarmasin di tanggal 16-23 agustus.  Karna sejak dulu pengen pake banget ke bukit batas atau bukit-bukit sekitarnya tapi gak kesampean, jadi tibalah saatnya sekarang *evilLOL .

Kamis,19 agustus pagi aku cek-cek duit buat kesana, kata temen aku sewa “kelotok” ke sana 400 ribu-an. Haha sial mahal amat.  Plan pun berubah…“Pantai batakan” seketika kepikiran tempat itu, terkahir kali kesana sebel banget karna banyak sampah disana, dihari yang sama aku langsung nge-chat tiga orang kerabat dekat.
“ke pantai batakan yuk, sekalian bersihin sampah disana. Sayang kalau dibiarin kotor” Dua orang merespon gak bisa dan satu orang, sepupu aku. Bilang kalau dia mau. Lucky me
H-1 sebelum keberangkatan, dua orang teman aku menyatakan mau bergabung jadi total ada empat orang yang bakal berangkat ke pantai batakan.

Jumat, kita janjian jam 9 pagi tapi ya namanya orang Indonesia endingnya malah molor ke jam 10. Perjalan berlangsung damai (apaansih :X) kami sampai di pantai Batakan jam 13.30. yoiiii siaanggg banget boy. Pantai sepi, Cuma dua warung yang buka dan pengunjungnya cuma kita ber-empat. Jadi bisa leluasa untuk bersihin pantai.  

Tanpa bermaksud menyamai perkataan pak mantan presiden, jujur aku prihatin banget sama keadaan pantai ini. Pantai yang rindang plus adem tapi sampah dimana-mana, sama kaya cewe cantik tapi kecebur di selokan. Mirisssss


jijay banget kan liatnya

banyak sampah terutama sampah makanan ringan dan air mineral. 

kami mungut-mungutin sampah di saat jam udah menunjukkan pukul 14.00 jadi kita panas-panasan boy haha alhasil lelah pun makin cepat kerasa dan keringat mengucur deras (eaaaa)





Karna teman-teman aku udah pada kelelahan dan mereka meminta buat pulang karna takut kemaleman jadinya sampah yang terkumpul hanya 4 kantong trashbag, jujur aku rada kecewa disini ya karna jauh sekali dari target. Aku malah jadi mikir seandainya aku sendiri aja aku bisa bebas nentuin jam pulang hehe. Tapi aku bisa mengerti sih, toh cuaca saat itu lagi panas-panasnya dan kita hanya ber 4. Seandainya ada 10 orang pasti seenggaknya bakal kekumpul 10 trashbag kan? Next time, aku bakal ajakin orang yang lebih banyak dan bawa mobil pick up buat ngebawa sampahnya haha. Kita waktu itu juga gak sempet main air, jadi setelah selesai mungut sampah kita langsung pulang lagi ke Banjarmasin. 



Foto pantai yang sudah dibersihkan, lumayan kan? enak kan dipandang? saat kegiatan ini aku nemuin macam-macam sampah bahkan pampers pun ada :| tapi pengunjung juga ga bisa sepenuhnya disalahkan karna dari pengamatan aku, disana hampir sama sekali (bahkan kayanya ga ada) tempat sampah. Tapi sebenarnya kesadaran membuang sampah "tidak sembarangan" itu harus tumbuh dalam diri kita masing-masing, sekalipun engga ada ada tempat sampah tapi kalau memang kesadarannya tinggi ya engga akan buang sampah sembarangan kok.
Disini banyak sekali anak-anak yang kalau week-end bekerja jadi joki kuda (bener ga sih  istilahnya), akan jadi hal yang baik padahal kalau masyarakat yang bermukim dan mencari penghasilan di pantai ini juga sadar soal kebersihan. Toh kalau pantai bersih kan pengunjung juga pasti nyaman dan akan meningkat kan? jadi seharusnya kesadaran akan kebersihan itu harus dimiliki pengunjung pantai dan juga orang-orang disekitar pantai. Iya engga?







You May Also Like

0 komentar