(Takut) Mengejar Mimpi


"Saya mau bantu kalian mengejar mimpi"
 sepotong kalimat yang diucapkan oleh pembicara tadi siang di aula sekolah, seketika aku tersenyum pas mendengar kalimat itu. 
Beliau berbicara seperti itu karna melihat banyak siswa seperti punya (bahkan tidak) impian namun menyerah pada keadaan. aku tertegun, berfikir dan merenung sejenak, benarkah itu? "Iya" kujawab cepat pada diriku sendiri.
"apa aku juga takut mengejar mimpi?" Tanyaku dalam hati.
 "tidak" dengan cepat kujawab sendiri sambil tersenyum memandangi langit-langit ruangan aula. 

Dan kembali teringat pada beberapa kejadian-kejadian kecil. Ketika aku menggebu-gebu menyamangati diriku sendiri, menangis didepan cermin sambil berkata " ki jangan pernah berhenti mengejar mimpi, kamu akan jadi orang hebat"  atau "banyak orang kekurangan, jadilah orang sukses agar bisa membantu mereka, jadilah orang yang datang dari sisi tuhan ki"

Lalu bagaimana dengan teman-temanku? Akupun melakukan hal yang hampir sama, aku menyemangati mereka dengan menggebu-gebu. Alasannya sederhana, "aku menyayangi mereka"  mereka semua orang-orang yang tau kekurangan dan kelebihanku tapi memilih tetap tinggal disampingku. 
Membuatku tertawa sampai kadang sulit bernafas, melakulan hal-hal konyol diambang batas dan banyak lagi.   Ketika aku berjuang untuk mengejar mimpi-mimpiku, aku ingin mereka juhga melakukan hal yang sama dan Ketika aku sukses kelak, aku juga mau mereka sukses. 

Tapi tidak semua menafsirkan dengan baik.
"Kamu mah enak anak orang tua kamu dua-duanya PNS"
"Kamu mah enak anak satu satunya"
"Kamu mah dimanjain diturutin semua keinginan makanya gampang buat kamu"
Kalimat-kalimat yang lumayan serig aku dengar.  Sampai kadang aku berfikir "Apa salah jika aku juga ingin melihat kalian sukses kelak" ucapku dalam hati.

Kadang ingin mengatakan ke mereka "kalian mah kurang niat aja, ada niat pasti ada jalan kok" dan responnya pun ya.....sudah bisa ditebak kan? Haha
 ***
Aku teringat pada kejadian beberapa waktu lalu ketika ibuku berkata
 "ki kuliah di banjarmasin aja ya"  aku terdiam lalu langsung masuk kekamar. Marah, sedih , kecewa yang kurasakan saat itu. Aku mengatur nafas untuk menahan tangis dan menahan amarah.
Aku berkekspetasi tinggi tentang pendidikan ku tapi sebuah kalimat yang keluar dari mulut ibu benar benar hampir meruntuhkan semuanya. Bagaimana tidak hampir runtuh, aku yang sejak dulu menginginkan untuk kuliah di luar, tiba-tiba diminta untuk...ah sudahlah, Untungnya itu masih hampir.

Dengan tetap berusaha tenang aku keluar kamar dan duduk didekat beliau
 (bahasa banjar, translet ke bahasa indonesia)

"Mama mau ngeluarin uang berapa kalo aku kuliah disini"
"Ya sekitar 6-7 juta lah untuk awal"
"yaudah, kasi aku uang 6 juta itu aku bakal bawa uang itu ke pulau jawa,"
"Tapi ki, cukup uang segitu? Kamu masih awam. Bahaya. Disini aja"
" plis jangan runtuhin impian aku, aku jamin sesusah apapun aku disana aku ga akan ngerengek, plis aku ga minta macem-macem. Aku cuma minta ijinin aku ke pulau jawa. Aku bakal buak usaha disana." ucapku berusaha  lembut.  setelah perdebatan yang lumayan alot, akhirnya mereka berdua mengijinkan aku untuk " melanjutkan impian" ku.
Sejak saat itu mereka mulai mendukung sepenuhnya dan beberapa bulan setelahnya ketika mendekati ujian nasional terdengar kabar bahwa peluang untuk aku untuk "melanjutkan impian" ku terbuka lebar, uang awal 7 juta yang dijanjikan orangtuaku ke aku itu berlipat sampai ke "lipat" yang.....Subhanallah...Allah selalu hadir diwaktu yang tepat hingga membuat aku terkesima. Allah membukakan jalan yang membuat aku benar-benar tersenyum haru dibuatnya.

***

Itu tadi sedikit cerita beberapa bulan lalu,
Bagaimana dengan teman-temanku? Yaa Aku memaklumi, aku mengerti.. mereka hanya tidak tau apa yang sudah kulalui :)

Kalau tidak ada arang melintang, Insya Allah beberapa bulan lagi aku akan ke jogja untuk mengejar impianku. Aku di jogja cuma 1 tahun untuk kursus persiapan kuliah. setelah itu ditahun 2016 aku akan kuliah. 
Dimana? Liat aja nanti ya masih rahasia :D 

semoga Allah SWT. Membukakan jalan nya. Amiiinnn





You May Also Like

0 komentar