#LifeinFance : Serba serbi universitas di Prancis

by - 27 Desember

Pintu masuk Université de caen, kampusku tercintah :*
Tadi sore ketika nunggu adzan magrib, gue rebahan di sofa sambil mainan di Instagram dan di explorenya, gue liat postingan lucu tentang gaya mahasiswa waktu masa-masa ospek, tiba-tiba gue jadi keinget bahwa di sini, di Prancis, engga ada yang namanya ospek, terus jadi kepikiran kayanya asik juga kalau ceritain beberapa hal tentang universitas di Prancis, entah itu yang publik atau swasta, biaya kuliah, dan  durasi kuliah dll. 

Oiya, btw di Prancis engga ada skripsi, cuma mo bilang aja, muehehehe

Oke, mari kita bahas dulu  soal ospek, di Prancis, engga ada ospek kaya misalnya lo wajib pakai topi purun, rambut atau jilbab di pitain atau bahkan digundulin. Yang ada hanyalah masa “Pre-rentrée , jadi semua mahasiwa baru di satu jurusan diminta berkumpul di satu auditorium besar dan akan mendengarkan presentasi dari setiap dosen di setiap mata kuliah, lalu ada juga presentasi dari sekretariat jurusan yang akan menjelaskan tentang seluk-beluk perkuliahan, dari mulai gedung kampus, sistem penilaian, dll deh pokoknya tentang perkuliahan, bahkan kalaupun kita engga hadir, ya engga apa-apa. Presentasi itu cuma satu hari dan cuma sejam, udah, gitu aja. Terus kita pulang deh ke rumah, tanpa ada PR besoknya harus bawa biskuit Ade Rai atau permen bau. 

Gambar dari sini
Disini, di Prancis, senior bener-bener engga ikut campur sama sekali, semuanya di lakukan oleh pihak kampus, kekurangannya sih ya kita jadi engga tau mana senior-senior kita, “gue ya gue, elo ya elo”, bahkan sampe sekarangpun nih ya gue engga tau mana “Kaka kelas” mana “Adek kelas”, yang gue tahu hanya temen satu angkatan satu jurusan, anak jurusan lain aja gue engga tau :(

Lanjuuutttt,,,

Sama seperti di Indonesia, universitas di Prancis terbagi dua, publik dan swasta, biasanya kalau kita daftar S1 di universitas publik, engga ada tes buat masuk , sistemnya kurang lebih sama kaya SBMPTN di Indonesia, tapi di beberapa universitas swasta, ada tes masuk dan pada dasarnya biaya kuliah di semua universitas di Prancis hampir sama, iya, sama-sama mahal cuy, yang membedakan adalah kalau di universitas publik biaya kuliah di subsidi oleh pemerintah jadi lebih murah ketimbang di universitas swasta dan subsidi ini berlaku untuk semua mahasiwa tanpa terkecuali, tanpa perlu bikin surat permohonan dll. 

Berapa biaya kuliah di universitas publik? rata-rata hanya 450 euro per tahun (fyi : di Prancis, bayar kuliah itu pertahun bukan persemester), biaya ini sudah termasuk asuransi sosial selama setahun, jadi tiap kali mau berobat ke dokter atau ke rumah sakit, kita dapat penggantian biaya yang akan di transfer langsung ke akun rekening bank, mungkin kurang lebih semacam BPJS kali ya ? Eh, beda ding.

Lain cerita kalau di universitas swasta, biaya kuliah berbeda-beda tergantung kebijakan universitas itu sendiri, tapi rata-rata sih berkisar antara 1.000 – 10.000 euro per tahun, beberapa juga tergantung dari pendapatan orang tua dan tentunya lebih mahal buat mahasiswa asing, misalnya deh ambil contoh di Ecole Polytechnique, salah satu kampus ter-wow yang masuknya susah plus mahal gila, di kampus ini, di tahun pertama (semester 1 & 2) kita harus bayar 6000 euro, di tahun kedua (semester 3 & 4) kita harus bayar 13.500 euro dan tahun ketiga (semester 5 & 6) harus bayar 13.500 euro, jadi jika ditotal, tiga tahun kuliah di Ecole Polytechnique uang yang harus di keluarkan adalah 33.000 euro aka 500 juta lebih. Bukan maeeeennnn ga bisa nafas gue waktu ngekurs-in barusan.

Sampai disini, kurang lebih keliatan sama kan ya kaya universitas di Indonesia ? Tapi tetep sih ada beberapa hal yang beda, menurut sepengetahuan gue di Indonesia hanya ada kelas kecil yang siswanya berkisar 30-an mahasiwa *cmiiw), tapi kalau di Prancis ada dua jenis kelas, kelas besar (Cours magistraux) di dalam auditorium segede bioskop dan kadang lebih lede dan kelas kecil (Travaux dirigé) yang berkisar 30-an mahasiswa. Di kelas besar, semua murid satu jurusan satu angkatan yang kisaran 200-300 di kumpulin dalam satu auditorium dengan satu orang dosen yang akan ngajar, nah murid yang 200-an ini nantinya di bagi-bagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti kelas kecil, kuantitasnya banyak-nya pertemuan kelas besar atau kecil berbeda-beda tergantung jurusan, ada matkul yang kelas besar dan kelas kecil sekaligus, ada juga matkul yang hanya ada dalam kelas kecil, ada juga matkul yang hanya dalam kelas besar. 
  
Ini adalah ruangan buat kelas besar di kampus gue, kita nyebutnya "Amphithéâtre" 
Di kelas besar suasananya sama kaya lagi seminar, lo pernah noton Mario Teguh Golden Ways kan? Nah kaya gitu tuh, dosen jadi sosok yang memegang kendali penuh, doi yang menerangkan terus-terusan dan mahasiswa hanya sebagai pendengar, sebaliknya, di kelas kecil, mahasiswalah yang dituntut untuk lebih aktif, di kelas kecil kita punya kesempatan untuk nanya dan diskusi sama dosen secara langsung tentang materi yang kita engga faham waktu beliau menerangkan matkul-nya di kelas besar. 
Kelas kecil, gambar ini ambil di google 
Seperti yang gue bilang di awal, di Prancis engga ada skripsi dan kuliah cuma 6 semester, di Prancis istilah yang dipakai adalah tahun pertama ( semester 1 & dan 2), tahun kedua (semester 3 & 4), dan tahun ketiga (sem 5 &6), kalau di Indonesia orang lebih sering nanya “Kamu semester berapa? ” di Prancis, orang biasanya nanya “Kamu udah tahun keberapa?”. Tapi, apakah itu artinya kuliah di Prancis cuma tiga tahun ? Oh jelas tidak manceman, kan tiap semester ada ujian dan di semester genap nilai kita akan ditotal, jika ternyata nilai kita kurang (banget) dibawah angka minimal kelulusan, dan juri memutuskan kita “Ajournee”, itu artinya kita, mau engga mau harus ngulang tahun yang artinya harus ngulang dua semester itu, jadi walaupun di sini cuma ada 6 semester, tapi banyak kok mahasiswa yang akhirnya ngulang tahun jadi kuliahnya lebih dari 3 tahun.

Hal lainnya, kalau di Indonesia absen itu penting, di Prancis, tertutama di universitas publik, absen bukanlah hal yang penting, bahkan kalau lo engga masuk kuliah selama sebulanpun, lo akan masih bisa ikut ujian, bahkan di sini banyak mata kuliah yang engga di absen lho, makanya kesadaran untuk masuk kelas itu bener-bener harus datang dari mahasiwanya sendiri, kalau engga, ya siap-siap deh tenggelam pas ujian dan akhirnya ngulang tahun, apakah kalau kita banyak absen kita akan di DO? Wowww tentu tidak, percaya deh, absen itu bukan hal yang penting banget !!

Apalagi yah yang kurang ? Nanti kalau ada hal baru yang kepikiran, gue akan update lagi postingan ini, dan nanti di post lain gue bakal bahas tentang karakteristik mahassiswa di Prancis, adakah dari kalian yang penasaran? Muehehehehe

You May Also Like

18 komentar

  1. Pun dengan S2-nya, rata-rata di negara lain sudh tidak membuat tesis tapi lebih ke paper jurnal yang terbit di jurnal internasional ahhahahaha

    BalasHapus
  2. Yang kurang adalah kiat-kiat mempersiapkan untuk kuliah di luar, terutama biar bisa ke Caen. Lebih spesifik :D

    BalasHapus
  3. Ternyata budaya di sana juga sangat mempengaruhi sistem pendidikannya ya Mbak. Kalo di Indonesia kan harus guyub, kenal "kakak kelas" dan "adik kelas". Sedangkan di sana elo-elo gue-gue. Hahaa

    BalasHapus
  4. Keren Ya dosennya bisa menjelaskan ke orang segitu banyaknya.. Hmm

    Di Indonesia kehadiran dihitung nilai 10% padahal kalopun gak hadir mahasiswanya sendiri yang rugi 😅

    BalasHapus
  5. dulu pengen bangetttt bisa kuliah ke luar negeri. itu suasana belajarnya Masya Allah pisan yaa. btw semangat mbaaak nyari ilmunyaaaaa :)
    baruu pertama kali berkunjung ke blog ini, kayanya bakal sering-sering deh heheh

    BalasHapus
  6. Seandainya gue ada di kelas besar tsb, psti gue bakal kurang paham sm pnjelasannya. Klo dgrin doang msh oke mgkin, tp klo ngeliat ke depan psti ga kliatannn buat liat proyektornya :( mgkin klo duduk di barisan depan lebih enak sihh. Hehehe. Kelas kecil psti lebih enak jg krna muridnya dikit, lebih konsen, dan lebih enak buat diskusi atau brtnya hal2 yg ga kita ngrti.

    Trnyata klo kuliah di sana bner2 hrs ksdaran diri sndiri yaahh. Sayang jg sih emg udh kuliah jauh2, mahal2, msa jarang masuk? Trs ntr ngulang lg setahun! Omaygaaad. Kapan pulangnya klo bgtu crtanyaaa??! :')) kan kaga enak di negeri org sndirian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok nulisnya belibet-libet yak? Gue jd puyeng sndiri pas baca komen gue. Wkwk yaudala maapin yaa, reess :'D

      Hapus
  7. Prancis. Gilakkk!
    Pengen banget buat kesana, saya suka dengan logat prancis itu, kedengeran kayak bahasa paling romantis.

    Oh berbicara tentang Univ di Prancis ya?
    Mau dong kuliah disana(tapi ga tau bahasa inggris full, atau bahasa prancis), ngeliat ga ada ospek sama skripsi. ha ha ha.
    Siapa tau ya dapet gelar lebih muda.
    Orang tanya "lulusan darimana?"

    Dengan tenang saya jawab "Prancis"

    Semoga. amiin.
    Ohiya, itu peraturan absen itu kayaknya harus ditiru di Indonesia deh. ha ha ha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaupun engga ada skipsi tapi kuliah dan ujiannya susah euy :( tapi Aamiin semoga bisa wujudin apa yang pengen diwujudin


      susah kalo mo ditiru lol

      Hapus
  8. Wah sebenernya nggak beda jauh sih ya. Dari sistem ngajarnya kelas gede dan kecil. CUma... ABSEN ITU ENAK BANGET GITU LHO. Dan kalo gak ada skripsi pake apa? Jadi semacam jurnal aja gitu kah? ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaahh enak banget, tapi ya kalo gak bisa ngerem diri sendiri nanti jadi kebabalasan, kayak temen gue yang masuk kelas cuma kalo ada ujian, kalo engga, dia gak masuk lol

      Hapus
  9. aku baru pertama kali ke sini dan langsung suka sama postingan ini. Aku penasaran deh. Banyak perbedaan dan itu menarik. Share lagi ya kehidupan kampus di sanaaa... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terimakasih, iya bakal ku usahain buat rutin share tentang kehidupan disini :)

      Hapus
  10. Selalu suka baca tulisan blog yang nulis kehidupan di luar negeri, bakal sering main kesini nih :D

    Salam kenal!

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisa terus suka ya, heheheheh

      salam kenal juga dee

      Hapus
  11. Keliatannya emang Prancis lebih baik dari Indonesia ya.
    Paling utama dalam hal "SKRIPSI".hehe

    BalasHapus
  12. buset. ini mah mirip kayak mesir
    baru tau gue
    hahahah

    BalasHapus