Logika dan perasaan

by - 26 Desember

Ko fotonya ga nyambung sama postingannya? Ya teserah aku dong. Blog kan punya aku wkwkw

Ketika Logika dan perasaan bertarung?
Emm ini yang terjadi sama aku. Rasanya? Kaya orang waras yang dipaksa gila lalu gila padahal sadar dia tidak gila😅 *skip* 

karna aku tipe manusia yang kepo an. Jadilah dari kemaren kemaren aku nyari2 soal logika dan perasaan biar makin jelas memahami dua hal itu.

Copas dari kompasiana:
Logika diidentikkan dengan pria dan perasaan diidentikkan dengan wanita.Pria lebih condong pada logika, dan dalam memecahkan masalah ataupun mengambil keputusan berdasarkan logika. Selain itu logika dipandang lebih simple, praktis dan tentunya sangat rasional. Hal ini berkebalikan dengan perempuan, yang mengedepankan perasaan mereka daripada logika. 

So how about me? Aku tipe manusia yang cenderung menggunakan logika. Aku lebih percaya hal-hal yang masuk akal. Bisa dijelaskan secara logika ketimbang mitos mitos yang gue ga tau kebenarannya.
contohnya aja. Aku lebih percaya bahwa kalo duduk deket pohon malem2 bakalan bikin gak enak badan karna kalo malam pohon mengeluarkan co2 makanya bisa bikin badan lemes. Ketimbang perkataan orang orang jaman dulu yang bilang kalo deket deket pohon pas malam bisa kena tegur mahluk halus.

Kalo dalam hal percintaan?
Nah ini...ini yang aku belum bisa condong ke satu hal,  mesti harus pake yang mana? Logika atau perasaan.

Pernah dulu suatu waktu aku deket sama seorang cowo, karna emang sejak itu aku dah nganggep dia kaya adek. Ya karna dia emang ga dewasa jauh lah untuk seorang calon suami idaman 🙊 Endingnya adalah gue menjauh dan kita lost contact. Dan setelah lost concact eh aku yang galau padahal aku yang bikin dia ngejauh wkwk. Lalu dengan sok bijak nya aku ngomong "ki kalau dijauhin dari dia bearti Allah udah nyiapin yang lebih baik dari itu" atau "kamu yang ngejauh jadi jangan galau" intinya ya berfikir positif se kadar kadarnya. Even setelah itu ya tetap masih sedih. Logika sama perasaan emang bener-bener diaduk aduk deh kalo soal per intaan. Sekedar info aja sih Sekitar 3 minggu an setelah lost contact dia ngehubungin aku lagi, terus melas melas bilang maaf ini itu. *rasain ga ketemu kan perempuan kaya aku?"🙊  oke oke skip becanda.

Sekarang aku masih terus berusaha menyeimbangkan antara perasaan dan logika agar semuanya bisa netral. Ga ada yang lebih condong di satu sisi. Wish me luck

You May Also Like

0 komentar